PT Bestprofit Medan

Tentang IQ 78, Debut Lawan Polisi, dan Fakta-Fakta Lain Muhammad Ali

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan

– Jakarta – Mendiang Muhammad Ali, yang terlahir dengan nama Cassius Clay, punya perjalanan hidup menarik. Ini beberapa fakta di antaranya.

Legenda dunia tinju tersebut baru saja menghembuskan napas terakhirnya di usia 74 tahun, meninggalkan duka untuk orang-orang di sekelilingnya dan juga mereka yang pernah terinspirasi olehnya.

Sosoknya yang penuh warna itu membuat Ali, yang pernah menjuluki dirinya “The Greatest” alias “Yang Terhebat”, bukan cuma berkibar di dunia tinju melainkan juga di luar ring. Ia adalah seorang atlet berstatus selebritas yang juga merupakan aktivis hak-hak sipil.

Maka tak heran kalau Ali, yang dalam debut profesionalnya di atas ring harus berhadapan dengan petinju yang juga berprofesi sebagai opsir polisi, juga jadi seperti sosok negarawan akibat interaksinya dengan sejumlah pemimpin dunia.

Berikut delapan fakta mengenai Muhammad Ali seperti dirangkum dari Reuters.

* Ali memiliki kepribadian penuh warna, gerak kaki lincah, dan kecepatan tangan menawan yang kombinasinya membuat Ali menjadi kampiun yang belum pernah ada di tinju. Rekor tandingnya adalah 56 kemenangan, 37 di antaranya KO, dan lima kali kalah. Ia menyandang titel juara dunia tiga kali–yang saat itu belum pernah terjadi sebelumnya.

* Naik ring dengan nama kelahirannya, Cassius Clay, ia menyabet medali emas kelas berat ringan Olimpiade 1960 di Roma. Dalam otobiografinya tahun 1975, ia mengaku melempar medalinya itu ke danau pada suatu malam setelah sebuah restoran di Louisville menolak untuk melayani dirinya dan akibat ia juga mendapat perlakukan tak enak dari sekelompok orang kulit putih. Tapi dua penulis biografi menyatakan Ali sebenarnya tidak sengaja kehilangan medali tersebut.

* Duel profesional pertamanya adalah sebuah partai enam ronde di tahun 1960, melawan Tunney Hunsaker yang sehari-harinya berpofesi sebagai polisi di Fayetteville, West Virginia. Ali dan Hunsaker kemudian berteman, dan dalam otobiografinya Ali menulis bahwa salah satu pukulan terkeras yang pernah ia dapatkan adalah dari Hunsaker.

* Setelah Malcolm X membantu Ali menjadi anggota Nation of Islam, ia mengganti nama lahirnya dan memilih nama Cassius X. Malcolm X kemudian berpisah dengan organisasi itu akibat ketidaksepahaman, tapi si petinju tetap bertahan dan mengubah namanya jadi Muhammad Ali. Pimpinan Nation of Islam Elijah Muhammad menyebut itulah “nama sejatinya”.PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : sport.detik.com