PT Bestprofit Medan

Trump Jadi Presiden, Akankah iPhone Dibuat di Amerika?

PT Best Profit Futures Medan

PT Best Profit Futures Medan

Jakarta – Kemenangan Capres Amerika Serikat dari partai Republik, Donald Trump sudah di depan mata. Akankah rencana untuk membawa kembali perakitan iPhone ke AS jadi diwujudkan Trump setelah resmi menjadi presiden?

Jawaban tersebut memang hanya bisa dijawab oleh Trump sendiri. Tapi melihat visi misinya selama masa kampanye, besar kemungkinan hal tersebut akan terwujud.

Rencana untuk membawa iPhone kembali ke Amerika Serikat sendiri sudah digaungkan Trump sejak pemilihan presiden 2012 silam. Kala itu ia mengatakan jika CEO Apple Tim Cook bisa membangun pabrik di Amerika Serikat, itu akan menjadi hal yang hebat.

“Bukankah akan hebat jika Apple benar-benar membuat produknya di Amerika Serikat?” ujarnya kala itu. Tak cuma Apple, Trump juga ingin mengajak perusahaan-perusahaan seperti Apple kembali ke Amerika Serikat.

Keinginan Trump itu kembali dilontarkannya kala berbicara di Liberty University, Virginia, Amerika Serikat awal tahun 2016. Ia menyeret nama Apple ketika berdiskusi soal bagaimana mengembalikan pekerjaan manufaktur ke Negeri Paman Sam.

“Kita memiliki orang-orang yang menakjubkan di negeri ini. Mereka cerdas, tajam, energik. Karena itu, kita akan memaksa Apple untuk membangun pabrik komputer dan barang-barang mereka di negeri ini ketimbang negara lain,” tegas Trump.

Harga iPhone Jika Dibuat Di Amerika

Salah satu alasan Apple dalam menggandeng Foxconn untuk merakit iPhone di China adalah biaya produksi yang lebih murah. Nah, jika akhirnya iPhone dibuat di Amerika Serikat, berapa harga yang bakal dibanderol?

Jika Apple harus memproduksi iPhone itu di AS, tentu biaya yang dikeluarkan jauh lebih tinggi dari itu . Penyebabnya adalah upah minimum yang ditetapkan di AS terbilang tinggi.

Contohnya di Wyoming dan Georgia yang punya punya upah minimum paling kecil dibanding negara bagian AS lain, upah minimumnya adalah USD 5,15 tiap jam. Dengan asumsi para pekerja itu bekerja 5 hari per minggu dan 8 jam tiap harinya, maka tiap pekerja akan mendapat upah USD 824 per bulan.

Atau jika Apple mempekerjakan seseorang di California, maka mereka harus membayar upah minimum sebesar USD 9 per jam, atau USD 1.400 tiap bulannya. Tiga kali lipat dari gaji pekerja Foxconn di China.

Tanpa menghitung faktor lain seperti harga komponen, biaya pengiriman, pemasaran serta riset dan pengembangan, maka harga iPhone yang dibuat di AS setidaknya akan menjadi USD 1.300 untuk sebuah iPhone 6S yang saat ini dijual dengan harga USD 650.

Dengan harga setinggi itu, perlu dipertanyakan apakah ada calon konsumen yang tetap akan membeli iPhone? PT Best Profit Futures Medan

Sumber oleh : inet.detiik.com