PT Bestprofit Medan

Usung Fast Charging di iPhone 6S, Apple Digugat

PT Bestprofit Futures Medan

PT Bestprofit Futures Medan – Jakarta

– Sudah sejak di iPhone 6S, Apple membenamkan fitur fast charging di ponsel garapannya. Namun siapa sangka di balik teknologi pengisian cepat yang diusungnya, ternyata Apple melanggar paten perusahaan lain.

Adalah Somaltus, perusahaan yang dimaksud. Somaltus menggugat Apple lantaran dituduh melanggar paten yang didaftarkannya sejak tahun 2010. Paten yang dinamai ‘Integrated Battery Service System’ ini menurut Somaltus dipakai Apple pada fitur fast charging di iPhone 6S.

Sebagai informasi, fast charging adalah fitur yang bisa memaksimalkan pengisian baterai. Efeknya baterai akan lebih cepat terisi. Namun kondisi hanya berlaku kalau kondisi baterai di bawah 80%. Bila sudah melampauinya, pengisian akan kembali ke arus normal demi menjaga daya tahan baterai.

Tapi sejauh ini belum ada informasi berapa besar ganti rugi yang diinginkan Somaltus dari Apple. Ada yang bilang Somaltus menginginkan royalti dari tiap iPhone 6S yang terjual karena sudah menggunakan paten miliknya.

Yang bikin penasaran, Apple disebut juga akan membekali fitur fast charging di iPhone 7. Belum ketahuan apakah Apple akan menggunakan teknologi fast charging yang sama seperti di iPhone 6S, karena bila sama artinya perusahaan Cupertino, Amerika Serikat ini akan kembali tersandung gugatan oleh Somaltus.

Seperti detikINET kutip Phone Arena, Kamis (14/7/2016), Apple bukan satu-satunya perusahaan yang digugat Somaltus. Produsen ponsel seperti Asus, Lenovo, Samsung, Sony, dan Toshiba ternyata juga jadi incaran Somaltus untuk kasus serupa.

Malah sebelumnya Somaltus sudah berhasil memenangkan tuntutannya terhadap produsen mobil Ford dan Nissan. Namun karena tak mau ambil pusing, kedua produsen otomotif tersebut lebih memilih berdamai dengan cara membayar ganti rugi. PT Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : inet.detik.com