PT Bestprofit Medan

Zuckerberg Pertama Kali Bersaksi di Pengadilan, Kasus Apa?

Bestprofit Futures Medan

Bestprofit Futures Medan

KOMPAS.com – Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, harus terseret ke pengadilan gara-gara Oculus VR. Anak usaha tersebut selama ini mengembangkan teknologi virtual reality (VR) untuk Facebook.

Sebelumnya, Oculus merupakan startup yang berdiri sendiri. Baru sekitar dua tahun lalu Oculus diakuisisi Facebook senilai 2 miliar dollar AS atau Rp 26 triliun.

Ternyata, sebelum proses akuisisi rampung, Oculus sudah tersandung kasus hukum. Pengembang game ZeniMax Media menuduh Oculus mencuri kekayaan propertinya untuk mengembangkan headset VR.

Zuckerberg dipanggil ke pengadilan sebagai saksi atas tuntutan ZeniMax ke Oculus. Pria yang gemar menggunakan kaos abu-abu itu mengaku baru pertama kali bersaksi di pengadilan.

Meski demikian, ia tak gugup menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Pasalnya, ia yakin sepenuhnya bahwa teknologi yang dikembangkan Oculus murni merupakan buah pikiran tim.

“Kami sangat yakin produk-produk Oculus dibangun di bawah teknologi Oculus,” kata dia, sebagaimana dilaporkan NYTimes dan dihimpun KompasTekno, Kamis (19/1/2017).

Zuckerberg pun mengakui saat ini teknologi VR masih terus dikembangkan dan belum mencapai kesuksesan yang diimpikan. Ia memprediksi masa kejayaan dan kemapanan VR bakal terjadi sekitar 10 tahun mendatang.

Di samping itu, investasi yang digelontorkan akan sangat banyak ke depannya. Zuckerberg sesumbar bakal menggelontorkan dana lebih dari 3 miliar dollar AS atau setara Rp 40 triliun selama satu dekade ke depan.

“(Pengembangan VR) semakin rumit dari yang awalnya kami kira. Kami bahkan harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk mencapai tujuan-tujuan kami,” ia menuturkan.

Zuckerberg mengindikasikan bahwa produk-produk Oculus hadir berkat pengembangan bersama dengan tim Facebook. Saat pertama kali dibeli, Oculus bukanlah barang jadi yang sudah matang dalam pengembangan VR.

Maka dari itu, Zuckerberg menganggap tuduhan ZeniMax tak masuk akal. Jika Oculus mencuri kekayaan properti ZeniMax, semestinya Oculus sudah siap dengan teknologi VR masa depan.

Diketahui, tuduhan dari ZeniMax sejatinya berakar pada hal sederhana. Mantan pekerja ZeniMax yang bernama John Carmack pindah ke Oculus. ZeniMax menuduh Carmack membagi teknologi VR yang dikembangkan perusahaannya ke pendiri Oculus, Palmer Luckey.

Zuckerberg menganggap bahwa Facebook telah mengecek rekam jejak Oculus secara keseluruhan sebelum mengakuisisi perusahaan itu. Ia pun mengatakan tuduhan ZeniMax tak berdasar.

“Seperti kebanyakan orang di pengadilan ini, saya bahkan tak pernah mendengar nama ZeniMax sebelumnya,” kata Zuckerberg.

Saat ini proses hukum masih terus berlanjut. Jika Oculus kalah di pengadilan, Facebook sebagai perusahaan induk bisa dikenakan denda maksimal 2 miliar dollar AS atau Rp 26 triliun. Bestprofit Futures Medan

Sumber oleh : tekno.kompas